Dulu yang kutahu
Aku hanya kirimkan doa
teruntuk siapa
yang akrab padaku
Karena kupikir
akrab selalu jadi tali doa
Sekalipun aku sering
bertanya dalam hati
apa ia yang kuanggap akrab
pula memasang tali doa
teruntukku?
Hingga sekian waktu lalu
aku menjumpai
satu sosok teramat asing
untukku awalnya
Kita sebut saja
ia si asing
Si asing
muncul menambah kesan
membawa serentetan
lukisan kehidupan
dengan warna-warna baru
yang sungguh aku cari
selama ini
Ya, tentu saja
aku tak pernah menyoal itu
padanya
Si asing
muncul memberi tanpa pamrih
kisah-kisah
yang aku ingin dengarkan
selama ini
Si asing
hadir dengan sekotak coklat
teruntukku
Ia hanya ingin
aku mencicipi
satu per satu coklat itu
agar aku tahu rasanya
Rasanya jadi bagian dunia
Si asing
yang kerapkali memprotesku
apa-apa
yang jadi kurangnya aku
Entah, aku selalu senang
pada protesnya
yang kupikir ia sengaja rangkai
dengan mengandalkan
sisi humorisnya
Hingga ketika si asing
meminta agar aku mendoakannya
Betul-betul seperti
ada tanda tanya besar
mengisi kepalaku:
"Si asing meminta agar aku bantu mendoakannya? Apa mujarab doa dari orang yang sama-sama asing pada awalnya?"
Dan kini
aku jadi tahu
Si asing mengajarkan aku
untuk menjadi besar
dengan hal-hal yang kecil
Si asing
yang membantuku berpikir:
bahwa yang asing
bisa jadi yang paling akrab
bahwa yang asing
bisa jadi yang tulus
bahwa yang asing
bisa jadi yang paling pahami aku
bahwa yang asing
bisa saja orang yang
paling mengingatku
Hingga kini aku jadi tahu
Ketulusan hanya datang
dalam doa
Doa antara aku dan kau
tak penting berawal dari asing
atau telah dekat
Karena kini aku tahu
dengan doa semuanya
terasa dekat
teruntuk siapa
yang akrab padaku
Karena kupikir
akrab selalu jadi tali doa
Sekalipun aku sering
bertanya dalam hati
apa ia yang kuanggap akrab
pula memasang tali doa
teruntukku?
Hingga sekian waktu lalu
aku menjumpai
satu sosok teramat asing
untukku awalnya
Kita sebut saja
ia si asing
Si asing
muncul menambah kesan
membawa serentetan
lukisan kehidupan
dengan warna-warna baru
yang sungguh aku cari
selama ini
Ya, tentu saja
aku tak pernah menyoal itu
padanya
Si asing
muncul memberi tanpa pamrih
kisah-kisah
yang aku ingin dengarkan
selama ini
Si asing
hadir dengan sekotak coklat
teruntukku
Ia hanya ingin
aku mencicipi
satu per satu coklat itu
agar aku tahu rasanya
Rasanya jadi bagian dunia
Si asing
yang kerapkali memprotesku
apa-apa
yang jadi kurangnya aku
Entah, aku selalu senang
pada protesnya
yang kupikir ia sengaja rangkai
dengan mengandalkan
sisi humorisnya
Hingga ketika si asing
meminta agar aku mendoakannya
Betul-betul seperti
ada tanda tanya besar
mengisi kepalaku:
"Si asing meminta agar aku bantu mendoakannya? Apa mujarab doa dari orang yang sama-sama asing pada awalnya?"
Dan kini
aku jadi tahu
Si asing mengajarkan aku
untuk menjadi besar
dengan hal-hal yang kecil
Si asing
yang membantuku berpikir:
bahwa yang asing
bisa jadi yang paling akrab
bahwa yang asing
bisa jadi yang tulus
bahwa yang asing
bisa jadi yang paling pahami aku
bahwa yang asing
bisa saja orang yang
paling mengingatku
Hingga kini aku jadi tahu
Ketulusan hanya datang
dalam doa
Doa antara aku dan kau
tak penting berawal dari asing
atau telah dekat
Karena kini aku tahu
dengan doa semuanya
terasa dekat
(February 9, 2014 at 8:37am)
No comments:
Post a Comment