Monday, November 15, 2010

Daisy dan Aku, Tentangmu Pemuda

Jika senja ini saya boleh mengaku pada padang daisy di hadapan saya, saya akan menceritakan kamu..

Cerita yang mungkin bisa memebuat sang daisy yang sedang bermekaran itu tersenyum.
Di hadapan padang daisy ini saya bercerita
kisah suka, duka bersamamu, bahkan saya bersenda gurau dengan sang daisy yang menemani saya senja ini.

Pemuda, saya mengaku pada sang daisy tentang semua hal dari dirimu.
Saya bercerita tentang awal saya mengenalmu.
Bukan hal mudah bagi saya hingga saya kagum dengan dirimu.
Bukan hal mudah bagi saya hingga saya mencintaimu.

Sang daisy bertanya pada saya,
"Mengapa kamu mencintainya?"
dan saya menjawab,
"Karena pemuda itu adalah pemuda yang tepat untuk mendapatkan cinta yang saya berikan"
Sang daisy bertanya lagi,
"Apakah kamu memberikan ketulusan padanya?"
Saya jawab,
"Ya, saya memberikan setengah keping hati saya padanya"
Daisy bertanya lagi,
"Untuk apa?"
Saya menjawab,
"Agar suatu hari nanti kepingan hati itu bisa bersatu.."

Senja itu, daisy menemani saya menceritakan kisah tentang dirimu.
Daisy tersenyum pada saya, karena saya mengatakan

"saya mencintainya bukan karena dirinya baik, tapi karena saya mencintai hatinya dan ketulusan yang diberikannya untuk saya selama ini..."


No comments: