Friday, March 25, 2011

Paras Berkawan Melodi


Hari ini dia menunggu pria itu
Pria yang ditemuinya di bulan ke sepuluh setahun yang lalu
Dia, wanita dengan paras yang lugu
Berkawan dengan alunan piano
Di tepian laut biru itu
Rona kemilau dari wajahnya
Menambah paras di tiap lekukan wajahnya
Dia memandang ke tepian laut biru
Dan tetap menunggu sang pemuda harapannya
Dari matari hadir hingga kembali ke peraduannya
Terkadang sedetik itu airmatanya merambahi pipinya
Pria harapannya tak kunjung datang
Dengan jari lentiknya wanita itu melantunkan sebuah melodi
teruntuk pria harapannya itu
Melodi dan syair memenuhi senja di tepian laut biru itu



Dia, Paras
Paras yang berkawan dnegan melodi
Melodi dari hatinya hanya untuk seorang pria
Yang menjadi harapannya
Sejak setahun yang lalu
Ketika awal kali mereka bertemu
di tepian laut itu
Bukan disengaja
Tapi memang tak sengaja
Kedua bola mata mereka beradu
Seolah mengisyaratkan
Ya, kau adalah harapanku kala itu
Paras masih berkawan dengan melodi
hingga malam menjelang
Tetap menunggu hingga matari benar-benar pulas dengan malam
Paras masih tetap berkawan dengan melodi
Hingga akhirnya sebuah langkah kaki terukir di pasir putih
Mendekatinya
Paras tetap tersenyum
Meski pria datang
Bukan untuk mencintainya
Bukan untuk memberikan senyuman untuknya
Bukan untuk mengirimkan sebuah sinyal ketulusan hatinya
Tapi untuk menyampaikan sebuah kertas berpaut pita indah
dengan nama pria itu
dan Paras yang lain...
Paras masih tetap berkawan dengan melodi
Untuk menerima melodi kebahagiaan dari pria yang dicintainya
Sejak setahun yang lalu
Paras Berkawan Melodi
Keikhlasan....

No comments: